loading...

Tak Semua Lemak Dan Kolesterol Berbahaya Bagi Kesehatan

Lemak dan Kolesterol

Zat yang satu ini banyak dihindari, tapi sebenarnya mempunyai manfaat buat tubuh kita. Lemak mempunyai banyak fungsi bagi tubuh kita, antara lain sebahai tempat menyimpan energi, penghasil panas, bantalan atas guncangan, dan sebagainya. Sel lemak berbentuk seperti balon yang dapat mengembang dan mengempis. Di sinilah letak masalahnya, bila kita makan berlebihan dan tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang cukup, maka sel-sel lemak yang disimpan sebagai cadangan semakin lama akan semakin mengembang sehingga tubuh kita menjadi gemuk. Rata-rata perempuan memiliki lemak tubuh yang lebih banyak dibandingkan pria. Lemak yang ada di tubuh perempuan terutama terletak pada bagian pinggul, paha, payudara, dan bokong. Banyak perempuan mengeluhkan bertumpuknya lemak di bagian pinggul dan paha, tetapi faktanya tempat-tempat itu justru lebih baik karena terletak di bawah kulit, sedangkan penumpukan lemak yang berisiko pada kesehatan adalah di sekitar perut. Coba lihat perut kita, buncitkah? Bila ya, wah musti waspada tuh. Menurut para ahli, sel-sel lemak yang menumpuk di daerah perut terletak lebih dalam dan bisa masuk ke organ-organ dalam. Lemak tersebut bisa mengakibatkan timbulnya penyakit seperti penyakit jantung, diabtes, dan stroke. Gawat juga ya….

Selain lemak, kita juga sering mendengar kata kolesterol, yang berbahaya bagi kesehatan. Apa beda lemak dan kolesterol? Kolesterol adalah lemak yang terdapat dalam aliran darah atau berada dalam sel tubuh. Secara alami bisa dibentuk sendiri oleh tubuh, selebihnya didapat dari makanan yang berasal dari hewan seperti daging, unggas, ikan, dan makanan produk susu seperti keju dan susu.

Sebenarnya kolesterol dibutuhkan untuk pembentukan dinding sel di tubuh dan sebagai bahan baku beberapa hormon. Kolesterol tidak dapat larut dalam darah. Untuk itu mereka perlu berkaitan dengan lipoprotein pengangkutnya, yaitu low-density lipoprotein (LDL) atau high-density lipoprotein (HDL). Kolesterol LDL atau biasa disebut kolesterol jahat, yang apabila berlebihan akan menumpuk pada dinding bagian daam dari pembuluh darah, terutama pembuluh darah kecil yang mensuplai makanan ke jantung dan otak, dan dapat menyumbat aliran darah.

Bagaimana risiko kita terkena gangguan kesehatan terkait kolesterol ini? Pertama tentunya kita harus memeriksakan nilai kolesterol kita ke laboratorium. Lalu setelah nilai HDL dan LDL diketahui, jumlahkan kedua nilai tersebut, dan bagi dengan skor HDL. Hasilnya bisa diperkirakan melalui tabel di bawah ini. Misalkan nilai HDL kita 40 mg/dl dan nilai LDL 140 mg/dl, maka perhitungannya : (40+140)/40=4,5. Berarti kadar kolesterol tersebut masih termasuk dalam rasio risiko rata-rata atau normal.

Rasio             Risiko

6.0                  Tinggi

5.0                  Lebih tinggi dari rata-rata

4.5                  Rata-rata

4.0                  Lebih rendah dari rata-rata

3.0                  Rendah

 

Body Mass Index (BMI)

Kembali lagi ke tubuh kita. Selain posisi lemak di tubuh dan akibatnya bagi kesehatan, kita juga perlu mengetahui apakah tubuh kita mengalami kekurangan atau kelebihan berat badan. Salah satu cara yang sering digunakan untuk mengetahui hal itu adalah menggunakan Body Mass Index (BMI). BMI dapat menjadi indikator dalam menghitung kelebihan atau kekurangan massa tubuh. Selain itu, BMI juga dapat memberi gambaran tentang kaitan indeks massa tubuh dengan risiko penyakit seperti jantung. Menurut Studi, BMI di bawah 21 ideal untuk mencegah penyakit jantung, dan semakin besar nilai BMI maka risiko penyakit semakin meningkat.

Rumus menghitung BMI adalah :

BMI = Kg / (m)2

Sebagai contoh, misal tinggimu 160 cm (1,6 m) dengan berat badan 55 kg. Maka indeks massa tubuhmu adalah : 55 kg/(1,6 mx1,6 m) = 55/2,56 =21,48 BMI = 21,48.

Bila sudah ada hasilnya, kita bisa cocokan masuk ke dalam katagori apakah BMI kita. Katagori BMI di berbagai wilayah berbeda. Di Asia, termasuk Indonesia, klasifikasi yang disepakati sebagai berikut:

BMI <18,5                                            Kekurangan Berat badan

BMI=18,5-22,9                                   Berat badan normal atau ideal

BMI=23,0-24,9                                   Normal cenderung kelebihan berat badan

BMI=25,0-29,9                                   Kelebihan berat badan tingkat rendah

BMI ≥30,0                                            Kelebihan berat badan

Tentu menyenangkan bila ternyata BMI-mu termasuk ideal. Tapi bila ternyata kamu termasuk mengalami kelebihan berat badan, maka kamu perlu waspada terhadap risiko berbagai penyakit, nih. Kegemukan sering dikaitkan dengan penyakit-penyakit seperti diabetes, tekanan darah tinggi, stroke, dan gangguan jantung. Nggak mau donk muda-muda sudah kena gangguan yang biasa ditemukan pada orang tua, mengancam nyawa kita pula……

Secara umum kegemukan atau biasa disebut dengan obesitas, terjadi akibat ketidakseimbangan antara asupan makanan yang masuk dengan penyaluran energi melalui aktivitas fisik. Akibatnya, cadangan kalori yang berlebih disimpan dalam bentuk lemak yang akan membuat berat badan orang tersebut semakin bertambah. Gawatnya, semakin gemuk tubuh seseorang, maka aktivitas fisik biasanya makin terbatas. Akibatnya, penderita obesitas mudah menambah berat dan sulit sekali menguranginya.

Banyak hal yang bisa menyebabkan seseorang mengalami obesitas. Antara lain, faktor keturunan. Seorang anak mempunyai kecendrungan menjadi gemuk jika kedua orang tuanya pun gemuk. Lalu, terlalu banyak makan atau frekuesi makan yang sering. Bila tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang seimbang maka lemak akan semakin menumpuk.

Selain itu, kita para perempuan juga memiliki kecepatan metabolisme yang lebih rendah dibanding laki-laki. Hal ini berkaitan dengan jumlah massa otot yang lebih sedikit sehingga metabolismenya menjadi lebih lambat. Akibatnya, tubuh kita membutuhkan waktu yang lebih lama untuk membakar lemak yang masuk ke dalam tubuh. Kebayang dong, kalau lemak yang masuk belum sempat diolah dan kita sudah memasukkan lemak baru lagi, maka lemak semakin menumpuk.

Di antara faktor-faktor tersebut, faktor yang alamiah seperti keturunan atau metabolisme memang tidak bisa dicegah dan dikontrol. Tetapi, banyak juga faktor yang sebenarnya bisa kita kendalikan dan sangat bergantung pada keputusan-keputusan kecil yang kita buat. Sebenarnya, kita sendirilah yang memutuskan akan makan apa, seberapa banyak, akan melakukan aktivitas fisik apa, seberat apa, dan seberapa lama. Hal-hal ini yang pada akhirnya akan menentukan berat badan dan kodisi kesehatan tubuh kita. Jadi, kendali atas tubuh kita sebetulnya sebagian besar berada di tangan kita sendiri.

baca juga : mendeteksi kesuburan suami – istri

Eat Well, Girls….

Masalah kegemukan akhir-akhir ini semakin jumlahnya dan sumber masalahnya berawal dari sumber makan kita sehari-hari. Coba deh, catat apa saja yang kita makan dalam kurun waktu seminggu lalu nilai sendiri sudah sehatkah pola makan kita. Setiap jenis, jumlah, dan kandungan makanan yang kita makan akan berperngaruh pada badan kita. Bila tidak diperahtikan dan dikendalikan, makanan-makanan tersebut bukannya membawa kebaikan pada tubuh, tetapi justru bisa membawa masalah. Bukan hanya untuk yang gemuk, tetapi si kurus pun juga bisa mendapat masalah-masalah kesehatan yang terkait pola makan seperti kadar kolesterol yang tinggi. Jadi, tubuh kurus belum tentu bebas penyakit dan bisa makan sesukanya.

Sebelum memilih makanan, ada baiknya kita mengetahui kandungan zat yang kita makan dan bukan hanya kenyang atau enak dimakan. Langkah terbesar untuk mencapai makanan sehat adalah dengan menjaga keseimbangan berbagai zat makanan utama yang masuk ke dalam perut kita yaitu antara karbohidrat, protetin dan lemak.

Semua bahan makanan utama ini menyediakan kalori penghasil energi bagi kita, tetapi menurut penelitian yang paling sehat adalah mengurangi porsi lemak pada makanan sedikit mungkin dan menambah porsi karbohidrat yang berasal dari sumber alami. Sedangkan protein diperlukan tubuh pada setiap makanan dengan jenis sumber yang bervariasi.

Selain ketiga bahan makanan itu, tubuh kita juga memerlukan zat-zat penting yaitu vitamin dan mineral. Sedangkan vitamin dan mineral didapat dari konsumsi sayur dan buah-buahan. Ingat, lebih banyak memakan sayur dan buah-buahan berarti tubuhmu akan lebih sehat juga. Hal ini karena selain kaya akan vitamin dan mineral, sayur dan buah juga mengandung serat yang baik untuk pencernaan.jadi, mulai sekarang lebih perhatikan pola makanmu ya,dan pastikan tubuhmu mendapat jumlah yang cukup dari zat-zat tersebut. Contoh sumber zat makanan yang diperlukan  oleh tubuh dapat dilihat tabel di bawah.

Zat yang Dibutuhkan Tubuh Sumber Alami
Karbohidrat Gandum, Beras, Kentang, dan Biji-bijian
Protein Daging, Ikan, Ayam, Telur, Tempe
Lemak Daging, Susu, Keju, Mentega, Minyak
Vitamin dan Mineral Berbagai Macam Sayuran dan Buah-buahan

Selain jenis dan porsi makanan, frekuensi makan juga berpengaruh pada aliran energi yang dihasilkan tubuh. Lazimnya kita makan makanan dengan porsi besar sebanyak tiga kali sehari. Tetapi menurut penelitian, membagi frekuensi makan menjadi lima sampai enam kali dengan porsi yang lebih kecil akan lebih ideal dan menghasilkan aliran energi yang tetap selama sehari. Porsi makanan yang terlalu besar dalam sekali makan bisa membuat kita mudah lelah, karena lebih banyak difokuskan menuju area perut  untuk memulai proses cerna makanan secara besar-besaran. Akibatnya, bagian tubuh lain bisa kekurangan nutrisi dan tubuh terasa lemas sehabis makan banyak.

Penting juga buat kita untuk memperhatikan konsumsi makanan di pagi hari yaitu pada waktu sarapan. Bila kamu terbiasa makan pagi sedikit atau bahkan tidak makan sama sekali, mulai sekarang ubah kebiasanmu itu dengan makan lebih banyak di pagi hari. Mengapa? Karena sarapan merupakan cara yang tepat untuk memulai penyebaran kalori dan nutria dalam sehari, serta menyediakan energi yang cukup untuk mulai beraktivitas. Jangan menunda sarapan sampai waktu siang, karena makan siang tidak bisa menggantikan energi yang dihasilkan oleh sarapan, yang sebaiknya mencakup karbohidrat dan protein. Sarapan juga akan mencegah kamu makan dengan “kalap” di siang harinya.

Bila kamu terbiasa makan pagi sedikit atau bahkan tidak makan sama sekali, mulai sekarang ubah kebiasanmu itu dengan makan lebih banyak di pagi hari yah.

Junk Food…

Salah satu cara untuk mempersehat pola makan kita adalah dengan menghindari makanan-makanan yang dikatagorikan sebagai junk food. Junk food adalah makanan-makanan yang memiliki rasa enak dan gurih, tinggi kalori, tetapi rendah nilai nutrisinya. Umumnya kandungan garam, gula, lemak, dan kalori dari junk food tinggi, tetapi kandungan vitamin, mineral, dan proteinnya sedikit. Contohnya adalah keripik kentang yang mengandung garam, permen, makanan pencuci mulut yang manis, dan minuman soda atau minuman berkarbonasi yang memilki kandungan gula tinggi.

Selain rendah nilai nutrisinya, junk food umumnya mengandung banyak sodium, saturated fat, dan kolesterol. Kadar yang tinggi dari zat-zat ini di dalam tubuh bisa menimbulkan berbagai penyakit, dari penyakit ringan sampai penyakit berat seperti darah tinggi, stroke, jantung, dan kanker. Sodium yang terlalu banyak dapat meningkatkan aliaran dan tekanan darah sehingga dapat membuat tekanan darah meningkat. Saturated fat berbahaya buat tubuh karena zat ini merangsang produksi kolesterol berlebih. Beberapa junk food juga mengandung banyak gula yang bila kadarnya terlalu banyak bisa menyebabkan penyakit gula atau diabetes, kerusakan gigi, dan kegemukan. Karena itu, mulai deh kita kurangi  konsumsi junk food yang nikmat sesaat tapi membawa sengsara kelak.

baca juga : meningkatkan vitalitas libido pada wanita

(22)

Related Post

This entry was posted in Info Kesehatan and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.