loading...

Mengenal Pengobatan Herbal

mengenal pengobatan herbal

Sejarah Perkembangan Pengobatan Herbal

 Sejarah Pengobatan Herbal di Cina

Pada tahun 2700 SM kaisar dan ahli herbal Cina, Shen Nong menyusun buku tentang tanaman obat “Pen Tsao Kang Mu”. Buku tersebut hingga saat ini masih digunakan Shen Nong untuk merekomendasikan penggunaan mahuang (ephedra) sebagai pengobatan bagi penderita gangguan pernapasan.

 Sejarah Pengobatan Herbal di Mesir Kuno dan Yunani

Pada jaman Mesir Kuno tanaman obat ditemukan di Piramida Giza oleh para arkeolog, Raja Hammurabi dari Babylonia (1800 SM) meresepkan tumbuhan obat, diantaranya mint untuk gangguan pencernaan. Riset modern membuktikan bahwa peppermint dapat memulihkan mual, muntah dan mengurangi sakit perut. Abad 1 Masehi tanaman obat mulai dipelajari.

Pada tahun 78 M Dioscorides menulis buku berjudul  “De Materia Medica”. Buku ini berisi 600 tanaman obat dan menjadi pedoman para pengobat hingga ratusan tahun. Pada abad ke-16 Paracelsus dari Swiss mengeksplorasi tumbuhan obat untuk pengobatan penyakit.

Hippocrates (460-377 SM), bapak kedokteran modern memperkenalkan faktor yang bisa mempengaruhi kesehatan seseorang yaitu: ketinggian, cuaca, diet, hygiene dan herbal. Dokter Galen (131-199 SM) memanfaatkan herbal untuk pengobatan yang terkenal sebagai galenic medicine.

 Sejarah Pengobatan Herbal di Arab

Ibnu Sina (Avicenna) 980-1037 seorang dokter Arab yang menulis buku The Canon of Medicine (1025), dan The Book of Healing (1027) yang hingga abad ke-17 kedua karyanya masih menjadi referensi/standar teksbook baik di universitas Islam maupun di Eropa. Ibnu Sina pada tahun 1025 juga menemukan minyak esensial, salah satu komponen penting dalam tumbuhan obat.

 Sejarah Pengobatan Herbal di Eropa

Abad ke-18 di Inggris seorang dokter dan ahli botani William Whitering mempelajari tanaman obat dan menemukan bahwa foxglove (digitalis) bisa digunakan untuk obat penyakit jantung.

 Sejarah Pengobatan Herbal di India (Ayurveda)

Ayurveda yang terdiri dari dua kta, yaitu Ayur berarti “kehidupan”, sedangkan Veda berarti “mengetahui”. Sedangkan arti kehidupan adalah bersatunya jiwa dan raga, life is the union of body and mind. Manusia tercipta dari 3 kondisi yaitu: vata, pitta, dan kapha. Apabila keadaan tersebut tidak seimbang oleh kondisi tubuh maka akan menyebabkan penyakit, untuk memulihkan kesehatan kembali dapat dibantu dengan cara diet, herbal, aroma terapi, yoga dan meditasi. Kesehatan menurut Ayurveda merupakan keseimbangan bagi: Fisik, Psikologis, Sosial, Emosional, Spiritual.

 Sejarah Pengobatan Herbal di Indonesia

Di Indonesia nenek moyang kita telah menggunakan obat tradisional yang dikenal sebagai jamu sejak berabad abad yang lalu, bahan baku jamu antara lain adalah tumbuhan obat atau herbal. Jamu digunakan juga untuk memelihara kesehatan, mencegah dan mengobati penyakit.

Indonesia memiliki sumber hayati tanaman obat yang sangat kaya, memiliki biodiversitas nomor 2 terbesar didunia setelah Brasil. Indonesia memilik 30.000 jenis tumbuhan obat, 940 sudah diidentifikasi mempunyai properti sebagai obat, 250 jenis telah digunakan sebagai bahan baku obat alami.

 Pemanfaatan Obat Herbal di Indonesia

WHO mencatat terdapat 119 obat yang berasal dari tumbuhan (plant derived pharmaceutical medicine) dan WHO mengestimasi 4 milyar orang yang merupakan 80% penduduk dunia saat ini menggunakan obat herbal untuk mengatasi masalah kesehatan. Obat herbal merupakan komponen utama dari pengobatan ayurveda, homeopathi, naturopathi, tradisional timur, dan Native American Indian Medicine.

Efikasi tanaman obat telah divalidasi diberbagai Negara Eropa, Cina dan juga Indonesia. Teknologi modern kini dapat mengidentifikasi kandungan spesifik tanaman obat interaksinya dengan kandungan lain.

Pemanfaatan herbal didalam masyarakat telah sanagt meluas, masyarakat telah menggunakan obat herbal untuk berbagai tujuan, baik untuk preventif, promotif maupun kuratif. Kalangan kedokteran mulai melirik obat herbal sebagai obat alternatif, oleh Karena itu makin banyaknya dokter yang melakukan riset terhadap manfaat obat herbal untuk pengobatan penyakit dan semakin berkembangnya industri farmasi yang memproduksi supleman berbahan dasar herbal, serta obat herbal, baik jamu, obat herbal terstandar maupun fitofarmaka. Pemanfaatan obat herbal diinstitusi pemerintah bermula dari uji coba klinik POIN (Pelayanan Obat Asli Indonesia) dikabupaten Jember.

Saat ini lebih dari 900 industri kecil, dan 130 industri menengah, 69 diantaranya telah mendapat sertifikat GTMMP (Good Traditional Medicine Manufacturing Practice). Kepmenkes 1076 th 2003 tentang pengobatan tradisional, pengobatan tradisional ramuan ini didorong keberadaannya serta dibina dan dilindungi.

Standar pengobatan medis herbal telah diterbitkan oleh Dirjen Bina Pelayanan Medik Depkes th 2007 sebagai acuan penyelenggaraan pelayanan medis herbal di Rumah Sakit atau Klinik. Keputusan atau Peraturan Badan POM tentang obat asli Indonesia mengatur, mengawasi pendaftaran, produksi dan pengedaran obat asli Indonesia.

Saat ini ada pembagian kategori untuk Obat-obatan Herbal antara lain:

Jamu

Jamu adalah salah satu obat herbal tradisional Indonesia asli yang bahannya terdiri dari campuran tanaman obat Indonesia dan menjadi kekayaan Indonesia yang harus dikembangkan, dilestarikan serta dilindungi.

Obat Herbal Terstandar (OHT)

Obat Herbal Terstandar (OHT) adalah sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik pada hewan coba dan bahan bakunya yang telah distandarisasi.

Fitofarmaka

Fitofarmaka adalah sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan uji klinis pada manusia, bahan baku dan produk jadinya telah distandardisasi.

Contoh Obat-obat Kedokteran Modern Yang Bahan Utamanya Dari Tanaman Obat

  1. Aspirin, obat penurun demam dan anti inflamasi dibuat dari kulit batang willow (Salix alba).
  2. Artemisinin, obat malaria dibuat dari herba wormwood (Artemisia annua).
  3. Reserpine, obat anti hipertensi berasal dari tanaman pule pandak (Rauwolfia serpentina).
  4. Vincristine, obat kanker berasal dari tanaman periwinkle Madagascar atau tapak dara (Vinca rosea). Tumbuhan ini mengandung alkaloid vincaleukoblastine.
  5. Digoksin, obat jantung berasal dari tanaman foxglove (Digitalis purpurea).
  6. Tamiflu, obat untuk flu burung berasal dari tanaman star anise (IIIicium verum). Di Indonesia disebut buka pekak atau bunga lawang.
  7. Kina untuk pengobatan malaria berasal dari kulit pohon kina (Cinchona Officinalis Linn).
  8. Curcuminoid, untuk pengobatan hepatitis, anti platelet aggregation dll, berasal dari tanaman temulawak dan kunyit (Curcuma Xantorhiza Roxb dan Curcuma Longa Linn).
  9. Obat Kanker Paclitaxel suatu mitotic inhibitor dibuat dari taxol, berasal dari kulit pohon Pacific Yew (Taxus Brevifolia).
  10. Ginkgo biloba, anti aging, meningkatkan sirkulasi darah, memperbaiki memori. Mengandung flavonoid glycosides dan terpenoid serta daunnya mengandung coumarol flavanol glycosides.
  11. Ephedrine, diisolasi dari tanaman obat mahuang (Ephedra sinicia), Alkaloid ini berkhasiat sebagai decongestant, stimulant, dan appetite suppressant. Amphetamine dan metamphetamine adalah derivate semi sintetik ephedrine.
  12. Morphine adalah alkaloid tumbuhan opium poppy (Papaver somniferum), Opium sumber berbagai jenis obat seperti: morphine, tehbaine, codeine, papaverine dan noscapine Banyak dimanfaatkan didunia kedokteran.

 

(163)

Related Post

This entry was posted in Info Kesehatan and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.