loading...

Lima Tips Mengatasi Ejakulasi Dini

Lima Tips Mengatasi Ejakulasi Dini

Penyebab Ejakulasi Dini

Ejakulasi dini merupakan jenis penyakit yang paling banyak dialami oleh pria. Berdasarkan riset, sekitar 50 persen pria dewasa di dunia menderita ejakulasi dini. Dalam otak manusia ada zat bernama serotonin, yang berfungsi untuk mengatur tejadinya ejakulasi. Serotonin disalurkan dari neurotransmitter di otak untuk menghambat terjadinya ejakulasi.

Oleh karena itu, jika kadar serotonin kurang atau tidak cukup, hal ini dapat menyebabkan ejakulasi yang terlalu cepat. Gangguan pada sistem saraf, juga menyebabkan tubuh tidak dapat mengendalikan mekanisme ejakulasi. Dengan demikian akan mengakibatkan disfungsi ereksi dan ejakulasi dini. Kedua hal ini saling berkaitan.

Penyebab lain yang lebih umum adalah faktor psikologis. Misalnya, pada pasangan yang baru menikah, biasanya ia masih gelisah saat berhubungan dan mungkin terlalu banyak stimulasi dan rangsangan. Akibatnya ejakulasi terlalu cepat terjadi. Hal ini wajar dan akan pelan-pelan berkurang sendiri seiring dengan berjalannya waktu. Penyebab psikologis lainnya adalah stress yang berkepanjangan, ingin cepat selesai ketika melakukan hubungan seksual, perasaan bersalah, dan sebagainya. Semua hal ini dapat menyebabkan ejakulasi dini.

Dampak Ejakulasi Dini    

Dampak dari ejakulasi dini pada pria seperti efek domino. Efek yang pertama, yaitu pria merasa tidak puas karena hubungan seksual berlangsung sangat singkat. Akibatnya, pria menjadi kecewa, bisa juga malu pada pasangan karena terlalu cepat ejakulasi. Pasangannya juga merasa tidak puas, jengkel, marah dan mungkin saja menyalahkan si pria.

Sebagai akibat selanjutnya pria menjadi stress, rendah diri, tidak percaya diri dan jadi malu terhadap pasangannya. Jika hal itu berkanjut terus, pria dapat menjadi takut atau trauma untuk melakukan hubungan seksual. Secara psikologis hal ini dapat menyebabkan hilangnya dorongan seksual dan disfungsi ereksi.

Namun, ejakulasi dini sekali tidak berpengaruh terhadap kualitas sperma. Ada mitos yang beredar dimasyarakat, bahwa penderita ejakulasi dini sama sekali tidak dapat membuat wanita hamil . hal ini tidak benar. Ejakulasi dini sama sekali tidak berhubungan dengan kesuburan pria. Yang terjadi adalah pada kasus ejakulasi berat, sperma keluar di luar vagina, sehingga tidak dapat membuahi ovum.

Jadi sebabnya wanita tidak hamil, bukan karena sperma tidak berkualitas, melainkan karena sperma tidak dapat mencapai rahim. Jika ternyata penderita ejakulasi dini juga mengalami gangguan kesuburan, berarti ia merupakan dua hal yang terpisah dan tidak ada hubungan sebab akibat.

Kesimpulannya, dampak dari penyakit ejakulasi dini, sebagian besar merupakan dampak psikologis. Jika ejakulasi dini masih tahap ringan dan pasangan merasa tidak masalah, berarti tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Hubungan suami istri dan rumah tangga dapat tetap berjalan harmonis. Tetapi jika ejakulasi dini sudah sampai tahap parah, harus segera diatasi. Cari pengobatan untuk gangguan ejakulasi dini tersebut.

Cara Mengatasi Ejakulasi Dini

Pada dasarnya ada tiga jenis pendekatan yang dapat dilakukan untuk mengobati ejakulasi dini: (1) Terapi secara fisik; (2) Terapi secara psikologis; dan (3) Menggunakan obat.

Terapi fisik bertujuan untuk mengondisikan tubuh dan pikiran pria agar dapat mengendalikan ejakulasi. Terapi ini dilakukan dengan bantuan wanita.

Pertama, wanita melakukan masturbasi terhadap pria dengan posisi pria berbaring terlentang sampai pria merasa ingin orgasme dan ejakulasi.

Kedua, pada saat pria merasa ingin orgasme dan ejakulasi, wanita menekan penis dengan menggunakan ibu jari, telunjuk dan jari tengah selama beberapa detik untuk mencegah terjadinya ejakulasi.

Ketiga, wanita melakukan masturbasi terhadap pria sampai terjadi ereksi yang cukup, lalu segera memasukkan ke dalam vagina dalam posisi wanita diatas tanpa melakukan gerakan. Bila merasa akan ejakulasi, wanita segera mengangkat tubuhnya dan menekan penis seperti pada langkah sebelumnya. Selanjutnya rangsangan dengan masturbasi diulang lagi, dn dilanjutkan dengan hubungan seksual diatas.

Keempat, dilakukan setelah beberapa hari melakukan latihan diatas. Pada langkah ini, pria boleh melakukan tekanan untuk mempertahankan ereksinya selama berhubungan seksual dengan posisi wanita diatas.

Kelima, dilakukan bila pria sudah lebih mampu mengendalikan ejakulasi. Pada langkah ini, pasangan dapat melakukan hubungan seksual dengan posisi samping. Kalau dengan posisi ini pria mampu menahan ejakulasi, maka hubungan seksual dapat dilakukan dalam posisi pria diatas.

Jadi inti dari terapi ejakulasi dini adalah membiasakan pria dengan ereksi dan mencegah terjadinya ejakulasi dini. Jika proses ini diulang terus-menerus, lama-kelamaan pria akan terbiasa dan ejakulasi dini dapat dicegah.

Pendekatan kedua adalah dengan terapi secara psikologis. Sebagian kasus ejakulasi dini terjadi karena masalah psikologis. Misalnya, masih terasa asing dengan pasangan, kondisi pikiran/mental yang sedang stress, atau bisa juga karena perasaan bersalah terhadap pasangan.

Jika masalah psikologis ini bisa diatasi, maka kendala ejakulasi dini akan hilang dengan sendirinya. Beberapa hal seperti perasaan canggung atau kondisi stress yang diakibatkan oleh pekerjaan, mungkin dapat hilang dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu. Tapi sejumlah hal lain, misalnya perasaan minder atau cemas, memerlukan bantuan dari psikologis atau ahli.

Pendekatan terkahir yang dapat ditempuh untuk mengatasi ejakulasi dini adalah dengan menggunakan obat. Ada dua jenis obat, yaitu obat luar dan obat dalam. Obat luar biasanya merupakan obat sejenis krim yang dioleskan di penis. Fungsinya untuk mengurangi sensitivitas penis, sehingga diharapkan ejakulasi tidak cepat terjadi.

Sedangkan obat dalam harus dimasukkan dalam tubuh atau diminum. Tujuannya untuk mengontrol ejakulasi. Obat jenis ini bekerja dengan cara mengatur kadar serotonin dalam tubuh. Mungkin saja menyebabkan efek samping jika tidak digunakan dengan benar. Oleh karena itu, harus konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan.

Berikut sejumlah tip untuk mengatasi ejakulasi dini:

Pertama, saat berhubungan seksual, arahkan pikiran ke hal lain yang sama sekali tidak berhubungan dengan seks. Bisa juga memikirkan hal yang tidak Anda sukai. Hal ini akan mengurangi rangsangan yang Anda rasakan.

Kedua, kurangi sensitivitas penis dengan menggunakan kondom yang tebal atau krim yang dapat membuat penis menjadi kurang sensitif.

Ketiga, tepat ketika akan orgasme, usahakan tidak sampai terjadi ejakulasi. Diperlukan kerja sama dengan pihak wanita agar teknik ini berhasil.

Keempat, cari posisi yang tepat dan nyaman agar hubungan intim dapat berlangsung tahan lama.

Kelima, jangan menggunakan obat sembarangan, selalu konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu karena obat yang salah akan berakibat fatal.

Ejakulasi dini atau yang sering disebut ejakulasi prematur diartikan sebagai masalah suami-istri, dimana dalam berhubungan seks, laki-laki keluar atau orgasme lebih dahulu dari pada wanita. Hal ini dapat menimbulkan masalah karena yang perempuan tidak dapat mendapatkan puncak kenikmatan. Waktu tidak menjadi masalah. Walaupun istri keluar dalam tempo 10 detik dan suami pada 15 detik. Intinya adalah konsep lady first harus diutamakan.

Terkadang masalah ini tidak dipahami dan disadari oleh para lelaki sehingga dapat berujung pada masalah rumah tangga diluar urusan ranjang. Dalam hubungan suami-istri, kedua belah pihak harus sama-sama mendapatkan kepuasan. Pendidikan seks dasar haruslah diketahui dan dimengerti oleh kedua pihak. Jangan sampai ada yang mau menang sendiri, tanpa memikirkan pasangannya.

(31)

Related Post

This entry was posted in Info Kesehatan and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.