loading...

Bentuk Bra Yang Disukai Oleh Pria

Salah satu hal yang penting dalam merawat kesehatan dan keindahan payudara adalah memakai bra yang sesuai dengan payudara kita. Bra atau biasa disebut BH (breast holder) sangat penting perannya dalam menyokong payudara kita, sebab gaya gravitasi bumi akan meanarik beban ke bawah dan bisa membuat payudara kita menurun dan kendur. Jadi, besar ataupun kecil, payudara tetap memerlukan songkoan dari bra. Bra yang baik harusnya lembut dan sesuai ukuran dan bentuk payudara, menopang payudara secara nyaman, memperbaiki postur, dan mengurangi ketidaknyamanan beban payudara, terutama pada perempuan berpayudara besar.

Bentuk bra mengikuti letuk payudara dan lingkar dada perempuan dengan berbagai ukurannya, baik dalam ukuran lingkar dada maupun mangkuk (cup). Penting bagi untuk menggunakan bra sesuai dengan ukuran payudara kita. Diketahui 8 dari 10 perempuan menggunakan bra yang tidak sesuai dengan ukuran payudaranya. Kemungkinan hak ini kerena kebanyakan dari kita membeli bra dengan mencoba dan mengira-ngira ukuran bra. Padahal sebenarnya kita perlu tahu ukuran bra yang paling sesuai, berdasarkan ukuran lingkar dada dan ukuran cup-nya. Tidak susah kok mengukurnya, kita hanya memerlukan tali pengukur yang biasa digunakan untuk keperluan menjahit. Bila kesulitan mengukurnya, kamu bisa minta bantuan orang terdekatmu.

Mengukur lingkar dada. Letakkan kain pengukur tepat melingkari dada dibagian bawah payudara sehingga didapat angka tertentu (dalam satuan inchi). Untuk mendapatkan ukuran lingkar dada tambahkan 5 inchi pada ukuran yang telat didapat.

Misalkan pada pengukuran tadi ukuranmu 27 inchi, maka setelah ditambahkan 5 inchi menjadi 32. Berarti, ukuran lingkar dada bra yang sesuai adalah 32. Bila angka didapatkan setelah ditambah 5 ternyata ganjil, maka genapkan ke atas maka ukuran lingkar dada tersedia dalam ukuran genap. Misalkan ukuran lingkaran dada 33 inchi maka genapkan menjadi 34.

Mengukur cup. Ukuran cup didapat dengan mengukur selisih antara ukuran lingkar dada bra (setelah ditambahkan 5 inchi tadi) dengan lingkar dada terbesar yaitu dengan mengukur lingkar dada paling menonjol dan berdiameter paling besar dari payudara, biasanya sejajar dengan puting. Sesuaikan selisih yang didapat dengan patokan ukuran cup di bawah. Misal lingkar dada bra 32, dan lingkar dada bagian terbesarmu 34 inchi, maka selisihnnya 2 inchi, dan cup yang sesuai adalah cup B.

Selisih kurang dari satu inchi           cup AA

Selisih 1 inchi         cup A

Selisih 2 inchi         cup B

Selisih 3 inchi         cup C

Selisih 4 inchi         cup D

Selisih 5 inchi         cup DD

Perlu diingat!

  • Ukuran bra tidak selalu sama pada ukuran merek, karena itu meski kita pasti ukuran bra kita, sebaiknya bra dicoba dulu sebelum dibeli untuk memastikan lingkar dada cup yang sesuai.
  • Bra yang nyaman dan tidak perlu ketat sehingga satu jari dapat diselipkan di lingkar dada bra. Bila cup bra mengkerut berarti ukuran bra terlalu besar, tetapi bila payudara menyembul keluar dari cup berarti bra yang kita gunakan terlalu kecil. Ukuran cup juga tidak selalu sama, missal ukuran cup C pada lingkar 32 lebih kecil dibandingkan ukuran cup C ukuran 38.
  • Pastikan tali belakang tidak terangkat ke atas ataupun longgar karena tali ini penting dalam menyokong beban payudara.
  • Bra sebaiknya tidak dipakai selama lebih dari dua hari berturut-turut atau dua kali dalam pencucian, karena akan mengurangi keelastisan dan kemampuan menyokong dari bra.

Baca juga : membuat wanita cepat merangsang

Pemeriksaan Payudara Sendiri

Salah satu hal yang penting dalam menjaga kesehatan payudara adalah dengan mewaspadai payudara dari segala kelainan, terutama yang berkaitan dengan benjolan pada payudara. Bukan untuk menakut-nakuti tetapi kejadian kanker payudara cenderung semakin meningkat dan dan usia penderitanya pun semakin muda. Umunya kanker payudara ditemukan pada stadium lanjut akibat kelalaian penderita dalam mendeteksi benjolan ataupun kelaianan pada payudaranya. Padahal, kemugkinan sembuh tentu akan semakin besar bila benjolan kanker dapat terdeteksi lebih awal.

Mungkin banyak di antara kita yang enggan melakukan pemeriksaan payudara sendiri (Sadari), sebab takut malah menemukan sesuatu. Tetapi seperti telah dikatakan tadi bahwa pendeteksian awal akan meningkatkan keberhasilan perawatan. Lagipula, kalaupun menemukan benjolan, belum tentu benjolan yang ditemukan merupakan tumor yang ganas, bisa saja benjolan tersebut merupakan kelenjar susu yang membengkak ataupun tumor jinak yang tidak perlu dikhawatirkan. Dokter tentu akan memeriksa benjolan lebih lanjut dan menentukan apa jenisnya dan langkah apa yang sebaiknya dilakukan.

Bagaimana cara melakukan Sadari? Langkah memeriksa payudara ini bisa lakukan dengan mudah dan hanya memakan beberapa menit saja. Tidak perlu sering-sering, sebulan sekali sudah cukup. Sebaiknya Sadari dilakukan setelah masa menstruasi berakhir, karena ketika itu kondisi payudara lunak dan longgar, sehingga memudahkan perabaan. Pemeriksaan bisa dilakukan bisa sambil berbaring ataupun berdiri, tentunya tanpa menggukan bra. Pemeriksaan ini juga bisa dilakukan sambil mandi, dengan tanpa berbusa.

  • Pertama, periksa kondisi payudaramu secara umum di depan cermin. Lihat apakah ada perubahan warna dan struktur kulit, ukuran, ataupun bentuk payudara.
  • Lalu periksa payudara kananmu dan daerah ketiak di sekitarnya menggunakan tangan kiri. Gerakan tangan kirimu menjelajahi payudara dengan arah melingkar serta tekanan ringan. Arah melingkar ini bisa dimulai dari lingkar terluar payudara, sampai mencapai puting. Sesudah itu, periksa payudara dengan gerakan vertikal dari atas ke bawah.
  • Tekan bagian putting secara perlahan untuk memeriksa apakah ada cairan yang keluar.
  • Lakukan hal yang sama pada payudara kirimu.

Pemeriksaan Sadari secara rutin akan membuat kita semakin kenal dengan payudara kita, sehingga bila ada kelainan dapat dengan segera dideteksi dan ditangani. Penting bagi kita untuk berkonsutasi dengan dokter apabila menemukan kecurigaan perubahan pada payudara, missal, berupa benjolan atau penebalan yang sebelumnya tidak ada, keluarnya cairan dari putting bila payudara ditekan, adanya perubahan waran atau struktur kulit payudara, ataupun pembesaran salah satunya payudara dengan tidak wajar.

Penyebab kanker payudara belum diketahui secara pasti. Tetapi faktor risiko tinggi terkena kanker payudara antara lain berkaitan dengan faktor keturunan, tidak memiliki anak, kehamilan pertama di atas usia 30 tahun, atau usia menstruasi pertama yang terlalu awal. Meskipun demikian, memiliki salah satu faktor risiko tersebut bukan berarti kamu pasti mendapat kanker payudara, karana kebanyakan penderita kanker payudara tidak memiliki faktor risiko sama sekali. Yang terpenting adalah menjalankan gaya hidup sehat dan melakukan pemeriksaan secara rutin.

Baca juga : agar wanita cepat hamil

(15)

Related Post

This entry was posted in Tips Kesehatan and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.